Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Highlight

ePetani
phslb
Tekno Inovatif
ktt

Kalender Kegiatan

Berita


Halal Bi Halal Menguatkan Ikatan Kekeluargaan Karyawan BPTP NTB PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Admin   
Rabu, 13 Agustus 2014 07:44

Merayakan Idul fitri artinya kembali kepada kesucian dan fitrah, sebab mereka telah beribadah dibulan Ramadhan khususnya berpuasa dan puasa itu mengampuni dosa-dosa yang telah lewat disamping mereka juga mengerjakan ibadah-ibadah lainnya, baik yang wajib seperti shalat, zakat (zakat Fitrah) serta ibadah-ibadah sunnat yang sangat tinggi nilainya dibulan ramadhan.

Semua umat Islam merayakan hari kemenangan tersebut, dengan berkumpul bersama keluarga, dan bersilaturahmi dengan tetangga dan teman-teman sejawat dengan saling memaafkan, yang lebih dikenal dengan halal bi halal. Pada Selasa, (12/08/2014), keluarga besar BPTP NTB melaksanakan kegiatan halal bi halal di halaman BPTP NTB yang dihadiri oleh seluruh karyawan BPTP NTB beserta keluarga, dan hadir pula karyawan Purnabakti BPTP NTB, pimpinan dan karyawan instansi tetangga, Camatan Narmada, Kapolsek Narmada, Babinsa Narmada, Kepala Desa Peresak serta beberapa tokoh masyarakat di sekitar kantor.

Acara diawali dengan pembacaan Ayat Suci Al-Quran dan terjemahannya. Selanjutnya Kepala BPTP NTB, Dr. Ir. Dwi Praptomo S., MS menyampaikan kata pengantarnya. Dalam kata pengantarnya Dwi Praptomo mengatakan bahwa kegiatan halal bi halal ini merupakan tradisi silaturahmi setiap tahun, mulai dari BIP sampai sekarang. “Kegiatan ini sebagai momentum untuk saling memaafkan dan saling mengenal antara keluarga karyawan BPTP NTB yang masih bertugas dan purnabakti”, katanya.

Kepala BPTP dalam kesempatan tersebut, juga menyampaikan  mohon maaf lahir dan bathin, minal a`idzin wal fa`idzin atas nama pribadi dan keluarga, semoga semua kesalahan yang dilakukan selama ini dapat dimaafkan.

Diakhir pengantarnya, Kepala BPTP NTB mengharapkan melalui momentum ini, semua karyawan BPTP NTB dapat bekerja lebih giat lagi kedepannya.

Puncak acara halal bil halal adalah siraman rohani yang disampaikan oleh Tuan Guru H. Hasanain Juaini Lc. Dalam ceramahnya Tuan Guru menasehati  semua karyawan BPTP NTB harus bersatu tidak membuat perpecahan dengan menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat yaitu peraturan dijalankan dengan baik, program dilaksnakan dengan efektif dan pembiayaan dijalankan dengan efisien.

Selanjutnya Tuan Guru menjelaskan hadis Nabi Muhammad SAW tentang kewajiban sesama muslim diantaranya, apabila bertemu sesama muslim untuk saling memberikan salam agar saling berpengaruh dalam hal kebaikan,  jika di panggil jawablah  dengan baik agar saling merasa dihormati, dan jika sakit jenguklah, agar yang sakit tetap optimis atas kesembuhanya.

Acara ditutup dengan doa dan dilanjutkan dengan saling berjabat tangan, saling maaf memaafkan oleh para karyawan BPTP NTB beserta keluarga serta undangan yang hadir.  (Sumber : MFM).

 
Panen Padi Inpari-30 Ciherang Sub-1 Bersama Walikota Mataram PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Admin   
Senin, 11 Agustus 2014 06:28

Tahun 2014 merupakan tahun akhir target swasembada beras dengan sasaran surplus beras nasional 10 juta ton. Oleh karena itu, segala upaya dalam rangka mencapai surplus beras terus dilakukan di seluruh Indonesia, termasuk di NTB. Program 100 hari terakhir menjelang berakhirnya Kabinet Indonesia Bersatu II untuk Kementerian Pertanian diprioritaskan untuk mempertahankan dan melestarikan swasembada pangan, terutama beras.

Guna mendukung kelestarian swasembada beras di NTB, BPTP NTB pada tahun 2014 ini telah melaksanakan demplot PTT Padi di setiap Kabupaten/Kota di NTB (10 lokasi), dan display varietas unggul baru (VUB) padi di 100 kecamatan. Tujuan utama dari demplot tentunya adalah sebagai media diseminasi teknologi untuk peningkatan produktivitas padi.

Salah satu lokasi demplot PTT padi adalah demplot di kelompoktani “Pade Angen” di Kelurahan Pagutan, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Walaupun areal sawah di Kota Mataram semakin berkurang, namun upaya untuk mempertahankan swasembada beras di kota Mataram masih terus diupayakan. Di lokasi ini telah dilaksanakan demplot PTT padi seluas 1 ha, yang juga diikuti petani lain di sekitarnya seluas 1,7 ha, sehingga luas keseluruhan 2,7 ha. Selain itu juga diintroduksi 8 VUB padi, yaitu varietas Inpari 16, 19, 22, 23. 26, 27, 28, 30. Sistem tanam dengan menggunakan jajar legowo 2:1, 3:1, dan 4:1.

Pada hari Sabtu (09/08/2014) telah dilakukan panen dan temu lapang demplot PTT Padi yang dihadiri langsung oleh Walikota Mataram. Dalam laporannya, Kepala BPTP NTB, Dr.Ir. Dwi Praptomo S, MS, menyampaikan bahwa demplot PTT ini merupakan kerjasama antara BPTP NTB dengan para penyuluh pertanian dari Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan (BP4K) Kota Mataram. Demplot PTT padi di Kota Mataram ini menggunakan varietas Inpari-30 Ciherang Sub-1, dengan pertimbangan: umur tanaman pendek (111 hari), rasa nasi enak (pulen), rata-rata hasil 7,2 ton/ha GKG dengan potensi hasil 9,6 ton/ha GKG, agak rentan wereng coklat biotipe-1 dan 2 serta hawar daun bakteri patotipe-3, dan yang lebih penting tahan terhadap genangan atau banjir. Inpari-30 Ciherang Sub-1 yang merupakan turunan dari Ciherang dan IR-64 ini juga cocok untuk dataran rendah dari 0-400 meter di atas permukaan laut, sehingga juga cocok untuk daerah Mataram yang memang berada di dataran rendah.

Sementara itu Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada BPTP NTB atas kegiatan demplot sebagai wahana penyuluhan bagi para petani, tentunya dibantu para penyuluh pertanian lapangan. Sesuai dengan direktif Presiden, bahwa prioritas pembangunan nasional adalah di bidang ketahanan pangan. Walaupun kota Mataram luasnya hanya 61,36 km2 dengan penduduk sekitar 429.000 jiwa, masalah pangan tetap menjadi penting, sehingga upaya peningkatan produksi, terutama beras, menjadi perhatian utama. Tantangan yang dihadapi tentunya masalah alih fungsi lahan, karena Mataram sebagai ibukota provinsi NTB, pastilah pembangunan perumahan, perkantoran, dan industri akan menggunakan lahan-lahan sawah.

Acara temu lapang diakhiri dengan temu wicara antara Walikota dan jajaran Pemerintah Daerah, dengan para petani dan penyuluh pertanian. Hadir dalam acara ini SKPD/Instansi lingkup pertanian dan yang terkait tingkat provinsi NTB dan Kota Mataram, BUMN pupuk, mitra swasta produsen benih dan pestisida, jajaran TNI-AD, tokoh masyarakat, penyuluh pertanian, dan para kontaktani se Kota Mataram beserta anggota kelompoktani di Kelurahan Pagutan dan sekitarnya. Hal-hal yang mengemuka dalam temu wicara antara lain masalah kesulitan mendapatkan pupuk, masalah kebutuhan benih, infrastruktur pengairan, perlunya bantuan alat tanam jajar legowo. Selain itu, para penyuluh minta agar diberikan kesempatan studi banding dan lahan untuk pengkajian maupun demplot di BPP, sebagai sarana untuk kegiatan penyuluhan (DPS).

 


JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL
Joomla Templates by JoomlaVision.com