Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Highlight

banner1
phslb
banner2
katam
baner4
Tekno Inovatif
ktt
ePetani

Kalender Kegiatan

NOEVENTS

Forum Litbang/ Katalog Online

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini1317
mod_vvisit_counterKemarin1751
mod_vvisit_counterMinggu Ini9958
mod_vvisit_counterMinggu lalu17157
mod_vvisit_counterBulan Ini38455
mod_vvisit_counterBulan lalu56289
mod_vvisit_counterTotal Kunjungan6570330
We have: 21 guests online
Today: 18 Apr, 2014

Download

Berita


Panen Padi VUB dalam rangka produksi Benih Sumber UPBS BPTP NTB PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh MFM dan SU   
Kamis, 17 April 2014 06:43

Padi merupakan salah satu komoditas strategis, karena sebagai sumber pangan terbesar di Indonesia. Dalam memenuhi kebutuhan pangan, kebijakan pemerintah sejak tahun 2007 melalui progam P2BN terus ditingkatkan. Keberhasilan program P2BN akan di tentukan tahun 2014 yaitu dengan target surplus 10 juta ton beras.

Salah satu kontribusi Badan Litbang Pertanian dalam mendukung program P2BN adalah menyediakan benih sumber berkualitas. Hasil penelitian benih berkualitas dari varietas unggul mampu meningkatkan produktivitas sebesar 16%. Dalam penyediaan benih sumber padi di lingkup Badan Litbang Pertanian telah dibentuk Unit Pengelola Benih Sumber (UPBS) di BPTP, yang bertugas memproduksi dan mendistribusikan benih sumber dari varietas unggul baru. Alur benih yang dibuat UPBS BPTP NTB untuk percepatan penyebaran VUB padi di NTB adalah produksi benih sumber kelas FS dan SS, kemudian didistribusikan ke penangkar, pada tahap berikutnya diharapkan penangkar dapat mengembangkan benih varietas unggul baru dalam skala luas untuk varietas-varietas yang mendapat respon positif dari petani.

Untuk membantu kebutuhan benih padi di NTB, UPBS BPTP NTB tahun 2014  memprogramkan produksi benih sumber varietas unggul baru sebanyak 45 ton dari 10 varietas unggul baru. Kegiatan produksi benih dilakukan melalui model kerjasama dengan mitra dan sistem sewa lahan. Panen perdana calon benih sumber UPBS BPTP NTB tahun 2014 telah dilaksanakan, Senin (14/04/2004) melalui kegiatan sewa lahan di Dusun Plulan Utara Desa Kuripan Utara Kecamatan Kuripan Kabupaten Lombok Barat seluas 0,3 Ha dengan varietas Inpari 19 sebanyak 1.800 kg GKP. Menurut Tim UPBS varietas Inpari 19 merupakan salah satu varietas unggul baru yang telah dipromosikan UPBS BPTP NTB tahun 2013 dan mendapat respon petani paling banyak, karena memiliki umur genjah dan produksi tinggi.

Panen padi dilakukan dengan dua model, yaitu dengan tenaga kerja manusia (Gebot) dan  menggunakan mesin alsintan Combine Harvester. Kegiatan panen ini sengaja dilakukan untuk mengetahui efisiensi tenaga kerja sekaligus sebagai promosi teknologi alat mesin pertanian (alsintan) yang selama ini kurang diminati petani. Berdasarkan fakta di lapangan, panen padi menggunanakan mesin Combine Harvester sangat efektif, karena selain waktu jauh lebih cepat, sistem kerja alat mesin Combine Harvester yaitu memotong, merontok, mensortir dan benih padi langsung masuk karung goni. Efisiensi lainnya dengan menggunakan alsintan Combine Harvester adalah limbah jerami langsung tersebar sehingga mengurangi biaya penyebaran jerami yang pada umumnya dikeluarkan petani NTB sebesar Rp 700 ribu per Ha.

Berdasarkan hasil kegiatan panen di Dusun Plulan Utara, petani sangat tertarik dengan alat panen Combine Harvester, karena tingkat efisiensinya sangat tinggi, hal ini sangat didukung dengan kondisi sekarang di lokasi panen, yaitu tenaga kerja manusia sangat sulit. Sementara terhadap performan varietas Inpari 19, petani sangat tertarik, hal ini dapat dilihat dari banyaknya petani yang memesan benih tersebut untuk usahataninya.   (Sumber : MFM dan SU)

 
Gerakan Tanam Serempak Kedelai Bersama TNI AD Mengawali Langkah Kabupaten Lombok Barat Menjadi Kabupaten Kedelai PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Admin   
Selasa, 15 April 2014 10:50

Kedelai merupakan salah satu komoditas prioritas yang diprogramkan oleh pemerintah, dan pada tahun 2014 ini ditargetkan dapat mencapai swasembada. Nusa Tenggara Barat (NTB) merupakan salah satu kontributor produksi kedelai nasional, turut mengambil bagian dalam program tersebut.  Potensi lahan yang cukup luas merupakan aset untuk meningkatkan produksi kedelai di NTB.  Ke depan NTB diharapkan menjadi salah satu lumbung kedelai nasional dan menjadi pelopor swasembada kedelai. Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi NTB telah memprogramkan peningkatan produksi kedelai ini melalui Perluasan Areal Tanam (PAT) dan sekolah lapang pengelolaan tanaman terpadu (SL-PTT) kedelai.  Kepala Dinas Pertanian TPH Provinsi NTB, Husni Fahri dalam laporannya mengatakan bahwa target perluasan areal tanam kedelai di NTB mencapai 20.050 ha termasuk 500 ha di Lombok Barat. Lebih lanjut dikatakan bahwa target luas tanam kedelai di NTB mencapai 100.000 ha dengan target produksi 135.000 ton.

Program PAT ini diawali dengan kegiatan “gerakan tanam serempak kedelai bersama TNI AD” yang bertempat di Desa Sekotong Barat Kabupaten Lombok  Barat.  Kegiatan yang dilaksanakan pada Senin (14/4/2014) tersebut dihadiri oleh Bupati Lombok Barat, Direktur Pascapanen Ditjen Tanaman Pangan Kementan, Danrem Provinsi NTB, para kepala SKPD provinsi NTB, kepala SKPD se kabupaten Lombok Barat, BPTP NTB, Bulog, Perusahaan yang bergerak dibidang pertanian, anggota TNI AD, para penyuluh, serta para petani di wilayah kecamatan Sekotong dan sekitarnya. Direktur Pasca Panen Kementan RI, Pending Dadih Permana mengatakan bahwa gerakan ini merupakan implementasi dari MoU Menteri Pertanian dengan Panglima TNI dalam hal kerjasama pengawalan pencapaian swasembada dan swasembada berkelanjutan beberapa komoditas pertanian. Pemerintah pusat senantiasa mendukung program peningkatan produksi tanaman pangan khususnya kedelai di NTB sepanjang itu bertujuan untuk peningkatan kesejahteraan petani dan masyarakat. Peningkatan produksi kedelai tidak lepas dari introduksi teknologi budidaya, oleh karena itu diharapkan BPTP NTB senantiasa berada didepan dalam hal teknologi, dan juga diharapkan pengawalan dari para penyuluh di lapangan.

Bupati Lombok Barat, Zaini Arony mengatakan bahwa Kabupaten Lombok Barat saat ini surplus padi 27 ribu ton, dan mudah-mudahan hal ini akan berlaku pula pada komoditas kedelai. Dalam sambutannya Bupati Lombok Barat ingin menjadikan Kabupaten Lombok Barat sebagai kabupaten kedelai; “kalau Kabupaten Dompu menjadi kabupaten jagung, maka Lombok Barat menjadi kabupaten kedelai”, pernyataan tersebut spontan mendapat sambutan hangat dari semua peserta yang hadir dalam acara tersebut.  Pada akhir sambutannya Bupati mengharapkan dukungan semua pihak dalam mensukseskan program tersebut, dan harapan besar terhadap para peneliti, penyuluh, dan TNI AD dalam pengawalan teknologi dalam gerakan pengembangan kedelai di Kabupaten Lombok Barat. Selesai sambutan-sambutan, acara ditutup dengan tanam simbolis Kedelai varietas Anjasmoro bersertifikat oleh Bupati, didampingi Danrem, Direktur Pascapanen Ditjen Tanaman Pangan Kementan, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi NTB dan pejabat lainnya di lahan petani sebagai langkah awal mewujudkan kerjasama sektor pertanian dengan TNI-AD dalam upaya percepatan swasembada kedelai. (Administrator)

 


JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL
Joomla Templates by JoomlaVision.com