Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Highlight

ktt
ePetani
phslb
Tekno Inovatif

Kalender Kegiatan

NOEVENTS

Konsep Ekonomi Dalam Pengkajian Teknologi Pertanian PDF  Array Cetak Array  E-mail
Oleh Sasongko W R dan Farida Sukmawati M   
Jumat, 20 Juli 2012 15:15

Pengkajian terhadap suatu teknologi yang dihasilkan oleh lembaga penelitian merupakan upaya untuk lebih meyakinkan manfaat dari teknologi bagi pengguna yang beragam.  Pengguna teknologi yang beragam artinya mereka memiliki latar belakang sosial-budaya beragam; beragam skala usaha,  beragam agroekosistem, dan beragam sumberdaya yang dimiliki. Penyebaran teknologi kepada  petani dibutuhkan informasi yang lebih rinci agar mereka yakin untuk mengadopsinya.  Berdasarkan hasil pengkajian, maka kelayakan suatu teknologi dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Petani kemudian bisa memilih dan menentukan teknologi yang dibutuhkan dan yang akan mereka gunakan untuk meningkatkan produksi dan pendapatan usahataninya.

Bagian penting dalam mengkaji teknologi adalah bisa memberikan informasi kelayakan secara ekonomi. Keberhasilan suatu teknologi untuk diadopsi (khususnya) oleh petani adalah kemampuan teknologi membawa usahatani meraih keuntungan semaksimal mungkin.  Perlu dijadikan pertimbangan bagi suatu kegiatan pengkajian teknologi adalah memasukan konsep analisa ekonomi yang menjadi ukuran kelayakan agar benar-benar siap di-diseminasikan.  Terutama teknologi baru yang dihasilkan oleh Balai Penelitian atau lembaga penelitian dan akan dikaji oleh BPTP.

 

Pertimbangan Ekonomi dan Keputusan Petani

Ketika sumberdaya pertanian terbatas, maka kemampuan petani untuk memproduksi barang dan jasa juga terbatas.  Oleh karena itu petani dihadapkan pada keputusan tentang apa yang akan diproduksi, bagaimana memproduksi dan untuk siapa mereka memproduksi, bagaimana mereka menyediakan pembiayaan untuk itu (Salvatore, 1974 disadur oleh Amir dan Knipscheer, 1989).  Petani harus memutuskan tanaman apa yang ditanam; atau  sistem peternakan yang bagaimana akan dilakukan, seperti apa perlengkapan yang akan dibeli, berapa rata-rata saprodi yang digunakan. Munculnya pertanyaan-pertanyaan yang membutuhkan jawaban untuk menentukan keputusan yang diambil petani :

  • Apa yang akan diproduksi?  Jawabannya ada pada pertimbangan petani pada komposisi tenaga kerja keluarga yang tersedia untuk bertani; harapan pemasaran yang menguntungkan; situasi harga; dan ketersediaan sumberdaya pertanian. Sumberdaya  merupakan faktor kritis yang menentukan kemungkinannya untuk memproduksi. Jika tenaga kerja terbatas, maka budidaya tanaman atau ternak yang diusahakan yang justru membutuhkan jumlah tenaga kerja yang besar, tidak akan dapat dilakukannya.
  • Bagaimana sebaiknya berproduksi?  Pertanyaan ini mengarah pada pilihan teknologi produksi. Baikkah ternak dipelihara di padang gembala? Varietas apa yang ditanam, berapa komposisi pupuknya?.  Umumnya petani menginginkan untuk memproduksi dengan biaya serendah-rendahnya dan  secara teknis perbedaan dengan cara tradisional yang seminimal mungkin.  Dalam waktu singkat petani sangat sulit untuk meninggalkan kebiasaan-kebiasaan lama mereka.
  • Berapa banyak yang harus diproduksi? Pertanyaan ini mengarahkan seberapa luas lahan yang diusahakan dan alokasi tenaga kerja untuk memproduksi.
  • Bagaimana produk dipasarkan? Petani kecil secara individu selalu dihadapkan pada apa yang dilakukan terhadap hasil  pasca panen.  Adakah permintaan (demand) di pasar lokal (setempat) atau apakah tersedia  sarana transportasi yang memungkinkan  distribusi produknya ke pasar lain.  Harga tergantung pada kualitas produk yang dihasilkan; atau kapan harus diproduksi? Harga  untuk produk-produk pertanian seringkali fluktuatif: harga rendah saat panen karena produksi melimpah; tetapi harga meningkat ketika penawaran (supply) mengalami penurunan (berkurang).

 

Pertimbangan Ekonomi dalam Pengkajian Teknologi Pertanian

Ekonomi pertanian merupakan aplikasi teori ekonomi untuk memecahkan persoalan di bidang pertanian.  Seringkali ekonom pertanian memiliki kecenderungan terhadap satu atau beberapa aspek teknis pertanian;  yang dalam analisis ini dapat membantu ilmuan mengestimasi keuntungan secara ekonomi dengan mengaplikasikan teknologi baru, seperti komposisi dan ukuran penggunaan pupuk, penggunaan obat-obatan untuk mengatasi serangan penyakit pada hewan atau tanaman, pakan suplemen untuk ternak dan lainnya.

Unsur-unsur ekonomi yang menjadi kunci adalah : keinginan manusia, kelangkaan sumberdaya dan proses produksi.  Amir dan Knipscheer (1989) menyatakan bahwa pada “On Farm Animal Research” sepakat bahwa keinginan manusia yaitu tujuan petani, keterbatasan sumberdaya pertanian dan kemampuan teknikal petani untuk berproduksi, dapat dikombinasikan dalam berbagai proporsi sumberdaya  untuk mencapai hasil yang optimal. Tiga langkah yang digunakan pada “On Farm Animal Research” dapat diadopsi dalam pengkajian  suatu teknologi baru yang dimulai dengan tahap 1). penyaringan, 2). disain eksperimen dan 3). evaluasi.  Konsep pengukuran aspek ekonomi pertanian dapat diaplikasikan pada setiap tahapan.

Penyaringan (screening)

Sebelum menentukan teknologi baru yang akan ditransfer kepada petani bahwa teknologi yang tersedia sesuai dengan yang dibutuhkan, disebut sebagai tahap penyaringan atau seleksi.  Aspek ekonomi dapat diamati dengan melakukan analisis sederhana, seperti biaya parsial dan benefit-cost analysis (B/C ratio).  Ini dapat membantu untuk menyaring teknologi pada kelompok tani yang berbeda.

 

Disain Eksperimen

Pelaksanaan kajian meliputi perencanaan, analisis dan sumber biaya, maka teknologi dapat disaring (diseleksi) sedapatnya sebelum dikaji di tingkat petani.  Dalam suatu pengkajian tentu eksperimen yang dilakukan tidak jauh berbeda dengan penelitian yang dilakukan di tingkat laboratorium terapan.  Di tingkat petani dengan lahan yang dimiliki, sumberdaya manusianya, ditambah dengan sarana produksi yang diperlukan oleh teknologi baru; tidak akan memperoleh hasil yang lebih baik jika tidak melalui disain eksperimen yang terencana sesuai prosedur.  Disamping itu tentu dihindari terjadinya hal yang sia-sia karena petani pada akhirnya bisa kehilangan : uang, tenaga, selama berpartisipasi dalam pengkajian.

Disain eksperimen yang kurang matang akan menyebabkan kehilangan anggaran yang besar, kehilangan waktu yang sia-sia, tenaga yang terbuang percuma karena hasil uji coba tidak sesuai yang diharapkan.  Dampaknya pada menurunnya kepercayaan petani akan teknologi baru tersebut walaupun di tingkat laboratorium telah terbukti keunggulan teknologi tersebut.  Beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah mendisain eksperimen yang sesuai dengan situasi pertanian secara menyeluruh di sekitar wilayah pengkajian, dan harapannya tidak ada konflik (pertentangan) dengan tujuan usahatani mereka.

Evaluasi

Evaluasi dapat dilakukan pada bagian terakhir proses pengkajian sampai  peneliti memiliki waktu yang cukup untuk melakukan pengujian teknologi. Prinsip yang digunakan adalah observasi dan pencatatan (rekaman) atas hasil yang diperoleh. Membandingkan jika “dengan atau tanpa” teknologi baru; membandingkan pengaruhnya “sebelum dan sesudah” intervensi teknologi terhadap peningkatan produksi dan peningkatan keuntungan (profit) dan manfaat (benefit) yang bisa diperoleh petani.  Hasil uji coba kemudian dievaluasi dan dianalisis dengan ukuran ekonomi terhadap nilai dari teknologi.

Ketika  teknologi telah terbukti memberikan hasil : tingkat produksi, kualitas produksi dan tingkat efisiensi biaya produksi yang dicapai, maka selanjutnya dapat dilakukan evaluasi pasca pengkajian.  Evaluasi tersebut untuk dapat mengukur konsistensi teknologi pada setiap periode produksi dalam memberikan hasil hingga pada pendapatan (income)  petani pengguna teknologi.    Dengan demikian dapat menjadi ukuran teknologi bisa terus digunakan atau perlu dilakukan  penyempurnaan teknologi.

 

Pustaka

Amir dan Knipsheer, 1989. Conducting On-Farm Animal Research : Procedures & Economic Analysis.  Winrock International Institute for Agricultural Development and International Development Research Centre.

 
Joomla Templates by JoomlaVision.com