Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Highlight

ePetani
phslb
ktt
Penelitian Kualitatif PDF  Array Cetak Array  E-mail
Oleh Sasongko WR dan Farida Sukmawati M   
Senin, 21 Mei 2012 08:42

Pendahuluan

Penelitian merupakan suatu proses kegiatan yang dilakukan untuk mengetahui sesuatu atau menyelesaikan suatu masalah untuk mendapatkan solusi.  Keingintahuan manusia pada suatu obyek yang akan dipelajari atau dipecahkan permasalahannya bisa menggunakan prinsip-prinsip yang belandaskan pada teori dan hukum dari ilmu pengetahuan. Suatu fenomena bisa terjadi karena adanya perubahan atau dampak dari suatu rangkaian peristiwa alam atau gejala sosial; yang ingin diketahui, diamati, dipelajari, dipecahkan; menggunakan metode penelitian.  Kita  dapat menyaksikan pada beberapa publikasi ilmiah, betapa ilmu pengetahuan terus berkembang dari waktu ke waktu.  Berkembangnya  ilmu pengetahuan tentunya tidak terlepas dari hasil-hasil penelitian (research) dan percobaan (experiment).

Penelitian dilakukan melalui suatu proses, dimulai dari penemuan sesuatu yang ingin diketahui, atau adanya suatu masalah yang akan dipecahkan, selanjutnya penelaahan berdasarkan teori yang ada,  perencanaan, pelaksanaan hingga ditemukannya suatu pengetahuan atau pemecahan masalah yang  dinyatakan sebagai kesimpulan. Soeratno dan Lincoln Asyad, (1988), menyatakan  bahwa penelitian itu merupakan suatu proses yang berjalan secara terus menerus.  Selanjutnya dikatakan suatu proyek penelitian dilakukan  dari awal hingga akhir dalam suatu proses, yaitu proses yang terus menerus disempurnakan dalam usaha menjawab persoalan.  Bila dilihat dari asal katanya bahwa re-search memiliki arti harfiah pencarian kembali.

Penelitian dikategorikan dalam dua metode yaitu kuantitatif dan kualitatif.  Kita mengesampingkan dulu metode penelitian kuantitatif, dalam tulisan ini akan dibicarakan tentang lingkup penelitian kualitatif.

Apakah itu Penelitian Kualitatif

Penelitian kualitatif meliputi  kesatuan dari suatu penafsiran untuk menggambarkan, memecahkan kode, menterjemahkan dan memberikan makna, bukan dalam bentuk frekuensi tertentu yang menunjukkan kurang atau lebih  terhadap  terjadinya gejala  alami dalam lingkup  kehidupan sosial .

Teknik penelitian kualitatif dipergunakan dalam pengumpulan data dan analisa data pada tahapan suatu proyek penelitian.  Pada tahap pengumpulan data, kesatuan teknik meliputi grup (kelompok) sasaran, wawancara lebih mendalam pada individu, studi kasus, teori dasar, pelaksanaan penelitian dan observasi.

Penelitian  kualitatif seringkali tidak dapat dihubungkan  dengan sebuah pemahaman dalam penelitian sosial, di mana logika penelitian tidak luas dalam menguji  teori tentang tingkah laku manusia, tetapi  sebaliknya pengembangan  suatu penghargaan untuk memotivasi bagi  masyarakat dengan apa telah dilakukannya.  Penekanan pada gaya penelitian kualitatif,  yaitu  asumsi  dalam rangka memahami perilaku manusia adalah seorang peneliti pertama kali harus memahami   masyarakat dalam dunia kehidupan mereka, karena hal itu cenderung mempengaruhi  aktivitas mereka. (Henn, 2006).

Penelitian kualitatif menggambarkan data yang berasal dari variasi yang bersumber, pada :

  • Manusia (secara perorangan atau kelompok)
  • Organisasi atau institusi
  • Bacaan (publikasi, termasuk yang sebenarnya)
  • Kondisi dan lingkungan (kenyataan atau perasaan dan materi sesungguhnya)
  • Obyek, hasil karya, produksi media (tertulis, visual, perasaan dan materi sesungguhnya)
  • Peristiwa dan yang terjadi (tulisan, visual, perasaan dan materi sesungguhnya)

Kualitatif Versus Kuantitatif

Perdebatan (Kontroversi)

Penelitian kualitatif berakar pada berbagai disiplin ilmu seperti : tropologi, sosiologi, psikologi, bahasa, komunikasi, ekonomi dan semiotics.  Fakta menyatakan bahwa  hasil-hasil studi kualitatif tidak dapat dijadikan  acuan secara luas pada suatu  populasi yang besar, ini merupakan kelemahan mendasar.

Menurut Mc Fracken, (1988) disadur oleh Brannen (1996), dalam tradisi kualitatif, peneliti harus menggunakan diri mereka sebagai instrumen, mengikuti asumsi-asumsi kultural sekaligus mengikuti data.  Dalam upaya mencapai wawasan imajinatif ke dalam dunia sosial responden, peneliti diharapkan fleksibel dan reflektif tetapi tetap mengambil jarak.  Sedangkan dalam tradisi kuantitatif, instrumen tersebut adalah alat teknologis yang ditentukan sebelumnya dan tertata dengan baik sehingga tidak banyak memberi peluang bagi fleksibilitas, masukan imajinatif dan refleksifitas.  Contoh :  bila masalah yang diteliti telah ditentukan dengan jelas dan pertanyaan yang diajukan kepada para responden memerlukan jawaban-jawaban yang tidak ambisius, maka metode kuantitatif seperti kuesioner boleh jadi memang tepat.  Sebaliknya apabila yang diteliti belum begitu jelas, dan pertanyaan-pertanyaan untuk para responden menghasilkan jawaban yang kompleks dan diskursif, maka teknik kualitatif seperti wawancara mendalam lebih dibutuhkan.

 

Perbedaan

Untuk memahami perbedaan antara metodologi  kualitatif dan kuantitatif, dapat dilihat bahwa; Penelitian kuantitatif merupakan pengukuran yang tepat dalam suatu percobaaan, observasi atau survei.  Pada penelitian bisnis, metodologi kualitatif biasanya mengukur perilaku konsumen berhubungan dengan pengetahuan, sebagaimana jawaban dari pertanyaan yang berhubungan dengan berapa banyak, berapa kali, berapa banyak, kapan, siapa.   Survei bukanlah satu-satunya  metodologi yang digunakan peneliti yang kuantitatif,  perlu dipertimbangkan sebagai suatu yang dominan.

Tujuan penelitian kualitatif didasarkan pada " masuknya peneliti didalam suatu fenomena (peristiwa) yang dipelajari, mengumpulkan data yang  duraikan secara terperinci atas suatu peristiwa, situasi dan interaksi antar sesuatu kejadian yang berhubungan dengan kehidupan manusia secara mendalam dan rinci. Penelitian kualitatif kadang-kadang menunjukkan sebagai penelitian yang menterjemahkan, karena mencari pengembangan pemahaman melalui penggambaran secara terinci, seringkali untuk membangun teori tetapi jarang mengujinya.

Proses Penelitian Kualitatif

Proses dalam mengembangkan suatu proyek kualitatif adalah melalui proses suatu penelitian yang dilakukan menggunakan survei.  Ada 3 kunci  perbedaan yang berpengaruh pada  proses penelitian : 1). tingkat  pengembangan pertanyaan pada  manajemen pertanyaan dalam penelitian bertingkat (menggunakan metode strata dalam penarikan sampel) sebelum memulai penelitian kualitatif, 2). persiapan   partisipan (responden) sebelum melakukan wawancara, dan 3). tingkat data yang diperoleh dari penjelasan pada pewawancara (enumerator).

Metodologi Penelitian Kualitatif

Metodologi penelitian merupakan bagian dari ilmu pengetahuan yang mempelajari bagaimana prosedur kerja mencari kebenaran.  Prosedur kerja mencari kebenaran, dimana kualitas kebenaran yang diperoleh dalam berilmu pengetahuan terkait langsung dengan kualitas prosedur kerjanya (Muhadjir, 2000). Peneliti memilih metodologi kualitatif yang didasarkan pada tujuan proyek; jadwal, termasuk kecepatan memahami secara mendalam; anggaran; isu atau topik yang dipelajari; tipe responden yang dibutuhkan; keterampilan peneliti, personal dan pilihan.

Kombinasi Metodologi Kualitatif

Studi Kasus

Salah satu bentuk metodologi penelitian kualitatif, adalah mencari kebenaran ilmiah dengan cara mencari rerata dari frekuensi kejadian atau rerata dari kergaman individual.  Banyaknya kejadian atau banyaknya individu serta representasinya menjadi pertimbangan utama untuk menetapkan kebermaknaan penarikan kesimpulan, dengan mempelajari secara mendalam dan dalam jangka waktu lama. Bukan banyaknya individu dan juga bukan rerata yang menjadi dasar pertimbangan penarikan kesimpulan, melainkan didasarkan ketajaman peneliti melihat : kecenderungan, pola, arah interaksi banyak faktor, dan hal lain yang memacu atau menghambat perubahan (Muhadjir, 2000).

Studi kasus,  juga seperti menggambarkan riwayat penyakit pasien, adalah suatu metodologi penelitian  yang memiliki power dalam  mengkombinasi antara individu dan (sewaktu-waktu) pada kelompok wawancara dengan menganalisis catatan dan pengamatan.   Peneliti dapat memilih suatu kelompok yang spesifik atau situasi obyek penelitian yang dalam kondisi kritis.   Peneliti lebih sering mengamati berbagai subyek, daripada subyek tunggal, untuk mempelajari analisis kasus secara silang.  Dalam studi kasus, wawancara terhadap responden dengan menceritakan pengalamannya,  dibandingkan dengan tingkatan yang berbeda di dalam organisasi yang sama.  Selama  analisa, suatu analisa kasus tunggal selalu dilakukan  sebelum  diselenggarakan analisa kasus silang.

Memadukan Metodologi Kualitatf dan Kuantitatif

Penggabungan dua metode yng berbeda dalam sebuah rangkaian penelitian memunculkan persoalan gerak antara paradigma-paradigma pada tingkat epistemologi dan teori.  Metode kualitatif berperan sebagai penunjang dalam suatu proyek, metode ini dapat berlaku sebagai sumber dugaan atau hipotesis yang akan diuji dengan penelitian kuantitatif.

  • Studi kuantitatif  dan kualitatif dapat diselenggarakan secara simultan atau secara serempak.
  • Suatu studi kualitatif dapat berjalan pada berbagai gelombang studi kuantitatif dilaksanakan, mengukur perubahan  dalam  sikap dan perilaku dari waktu ke waktu
  • Suatu studi kualitatif dapat mendahului suatu studi kuantitatif, dan suatu studi kualitatif kedua kemudian mungkin mengikuti studi yang kuantitatif, pencarian pada klarifikasi selanjutnya.
  • Suatu studi kuantitatif dapat mendahului suatu studi kualitatif

Penutup

Penelitian kualitatif memiliki ruang lingkup yang luas, dalam mengamati suatu permasalahan dan ilmu.  Sebagai suatu metode penelitian juga memiliki sifat yang fleksibel.

Penelitian kualitatif mungkin tidak mudah dilakukan terutama pada peneliti yang belum berpengalaman, karena di dalam penelitian kualitatif tidak ada suatu ukuran yang pasti, sehingga menyulitkan dalam pengambilan kesimpulan. Penelitian kualitatif dapat membantu penelitian kuantitatif dalam menarik  suatu kesimpulan.

DAFTAR PUSTAKA

  • Brannen, J., (2004).  Memadu Metode Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif. Cetakan VI.  Fakultas Tarbiyah IAIN Antasari Samarinda bekerjasama Pustaka Pelajar Offset.
  • Gulo, W., 2005. Metodologi Penelitian. Gramedia Widiasarana Indonesia. Jakarta.
  • Henn, M., Mark Weinstein, dan Nick Foard. (2006).  A Short Introduction to Social Research.  Sage Publication.  London, Thousand Oak. New Delhi.
  • Muhadjir, N., (2000).  Metodologi Penelitian Kualitatif. Edisi IV.  Rake Sarasin.Yogyakarta.
  • Soeratno dan Lincoln Arsad. (1988).  Metodologi Penelitian Untuk Ekonomi dan Bisnis.  Edisi revisi.  UPP AMP KPN.  Yogakarta.
 
Joomla Templates by JoomlaVision.com