Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Highlight

ktt
phslb
ePetani
Workshop Peran Bioteknologi Dalam Pemuliaan Tanaman Kentang di Indonesia PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Sudjudi   
Jumat, 02 Desember 2011 09:12

Dalam rangka meningkatkan pengetahuan petani Tanaman Kentang, Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Nusa Tenggara Barat bekerjasama dengan Indonesian Biotechnologi Informastion Center (IndoBIC), telah melaksanakan Workshop Peran Bioteknologi Dalam Pemuliaan Tanaman dan Regulasinya di Indonesia.

Workshop dilaksanakan di Hotel Lombok Plaza Mataram pada tanggal 24 Oktober 2011. Peserta workshop sebanyak 30 orang yang terdiri dari 20 orang petani kentang kelompok Horsela Sembalun Lawang dan beberpa intansi terkait antara lain Biro Ekonomi Provinsi NTB, Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi NTB, BPTP NTB, BP4K Lotim, UPTB Sembalun, Balai Benih Induk Tanaman Pangan dan Hortikultura Narmada.

Materi yang dipresentasikan dalam kegiatan ini ada 3 makalah utama nara sumber dari Peneliti Balai Besar Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Bogor, yaitu :

  1. Perbaikan Varietas Tanaman Kentang Melalui Pemuliaan Konvensional;
  2. Aplikasi Bioteknologi Modern dalam Perbaikan Sifat Kentang
  3. Produk Bioteknologi dan regulasinya di Indonesia.

Berdasarkan pemaparan narasumber diinformasikan bahwa melalui rekayasa genetik baik secara konvensional maupun modern telah dihasilkan klon-klon baru kentang yang tahan terhadap beberapa hama dan penyakit utama tanaman kentang seperti Nematoda Sista Kuning (Globodera rostochiensis.) dan Penyakit Busuk Daun (Phytophtora  Infestans). Sungguh merupakan prestasi yang ditunggu-tunggu petani kentang khususnya  karena serangan kedua hama dan penyakit penting tanaman kentang tersebut dapat menurun produksi 40-100%. Peserta workshop sangat berharap hasil penelitian ini segera dapat ditindaklanjuti untuk diperbanyak dan dapat segera dilepas sebagai varietas baru kentang yang tahan terhadap serangan Nematoda Sista Kuning (Globodera rostochiensis.) dan Penyakit Busuk Daun (Phytophtora  Infestans).

Penyelenggara Workshop menaruh perhatian besar terhadap petani kentang sebagai upaya peningkatan produktivitas kentang yang masih rendah yang disebabkan oleh serangan hama dan penyakit utama kentang. Dengan upaya rekayasa genetika tidak mustahil Indonesia akan menjadi negara pengekspor kentang setelah sampai saat ini masih sebagi pengimpor kentang. Semoga.  (Sumber: Sudjudi)

 
Joomla Templates by JoomlaVision.com