Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Highlight

ktt
ePetani
phslb
Tekno Inovatif

Kalender Kegiatan

AMAQ SUMIRAH Peternak Kambing dari Desa Sukaraja PDF  Array Cetak Array  E-mail
Oleh Sasongko WR   
Senin, 11 Januari 2010 12:00

Ia seorang peternak yang lugu, tidak pernah mengecap bangku sekolah tinggal di daerah kering di Desa Sukaraja, Kabupaten Lombok Timur.  Keseharian Amaq Sumirah bekerja sebagai peternak kambing, pekerjaan ini adalah pekerjaan utamanya. Sekali waktu ia juga menjadi buruh tani di lahan pertanian milik tetangganya di sekitar desa.  Pengetahuan memelihara ternak diperoleh secara turun temurun dari orang tuanya.  Naluri beternaknya dan pengalaman memelihara kambing yang telah lama digelutinya membuat ia mampu beternak dengan baik.  Kambing-kambing yang ia pelihara sehat dan pertumbuhannya relatif baik.
Semenjak Amaq Sumirah menjadi petani kooperator pada pengkajian Agribisnis Ternak di Lahan Kering di Kabupaten Lombok Timur, kehidupannya mengalami perubahan.  Walaupun perubahan itu sendiri tidaklah begitu besar namun tentunya sangat berarti bagi orang-orang seperti Amaq Sumirah.  Ketekunanannya berusaha juga membuat apa yang dikerjakan membuahkan hasil yang baik. 
Pada kegiatan TA. 2005 Amaq Sumirah mendapatkan 2 ekor betina dan seekor pejantan muda.  Kemudian kambing berkembang sampai belasan ekor bahkan pernah pernah mencapai 25 ekor.  Pada tahun berikutnya (2006), ia mendapatkan pinjaman pejantan keturunan kambing Boerka (kambing Boer dan Kacang), untuk memperbaiki kualitas ternak miliknya. Kegiatan pengkajian ini dibiayai oleh proyek Peningkatan Pendapatan Petani Melalui Inovasi (P4MI). Sebelumnya  pejantan (pinjaman) yang diperoleh dari kegiatan pengkajian BPTP adalah kambing keturunan PE, dan telah ditarik kembali untuk diganti (replacement) dengan kambing Boerka.
Ternyata pejantan Boerka dapat memberikan keturunan kambing jantan dengan kualitas yang baik, dan ketika dijual harganya Rp 1.700.000 – Rp 2.000.000 per ekor.  Bagi Amaq Sumirah hal ini sangat luar biasa dan merupakan kebanggaan karena kambing yang dihasilkannya memiliki kualitas yang baik.  Sebelumnya ketika pertama kali ia menerima kambing jantan keturunan Boerka dari BPTP, tidak pernah akan membayangkan hal ini akan terjadi.  Saat ini kambing milik Amaq Sumirah berjumlah 15 ekor.
Sebagai petani kooperator Amaq Sumirah dinilai sebagai seorang yang sederhana dan sangat kooperatif selama mengikuti kegiatan pengkajian BPTP. Oleh karena itu ia mendapakan hasil yang cukup baik pada usaha ternaknya.  Pada tanggal 28 Oktober sampai 4 Nopember 2009, ia mendapatkan kesempatan untuk mengikuti Studi Banding dengan biaya dari anggaran  P4MI.  Sangat berharga pengalaman yang diperolehnya selama mengikuti kegiatan tersebut selain ia bisa melihat langsung berbagai jenis ternak kambing yang ada di Balai Penelitian Ternak Ciawi, ia juga mendapatkan banyak pengalaman alinnya, termasuk pengalaman pertama terbang dengan pesawat ke pulau Jawa. 
Dalam  penuturannya, ia berharap bisa memperoleh bibit kambing unggul secara mudah di pasaran (di NTB maksudnya).  Karena belum adanya breeder yang khusus menyediakan ternak-ternak unggul di daerah, maka menyulitkan peternak untuk mendapatkannya.  Perkembangan usaha ternak di masa mendatang membutuhkan fasilitas semacam itu. Jika teknologi saja yang disebarkan luaskan tanpa dukungan kemudahan (fasilitas) untuk bisa mendapatan bahan-bahan yang mendukung dengan mudah, dapat menghambat percepatan transfer teknologi. (Sasongko).

 
Joomla Templates by JoomlaVision.com